Bagaimana cara menilai sertifikasi Dosen?

Teoretis- Sertifikasi dosen adalah hal wajib bagi para pendidik di perguruan tinggi baik itu swasta maupun negeri. Syarat menjadi dosen selain dari akademis adalah lulus sertifikasi yang diadakan oleh KEMENRISTEK DIKTI. Jika anda adalah seorang dosen, sudahkah melakukan sertifikasi?
Jika iya, anda perlu mengetahui bagaimana sistem penilaian yangdilakukan bukan? Mengapa ada saja dosen dengan akademis yang tinggi tapi tidak dapat lulus sertifikasi. Saya akan membeberkan beberapa alat yangdibutuhkan dalam penilaian sertifikasi yang dilakukan oleh seoarang asesor.
Siapa itu asesor? tentunya anda sudah sangat paham jika sudah melakukan akreditasi kampu anda. Asesor adalah seseorang dengan kompetensi cukup baik dan independent yang telah ditunjuk oleh DIKTI sebagai penilai atau disebut asesor. Namun tahukah anda, menurut saya tidak semua asesor independen, namanya juga manusia. Pandai-pandainya kita saja menjawab dan menghidangkan sesuatu yang menari bagi mereka.

Namun jangan salah, itu adalah asesor akreditasi kampus ataupun prodi. Jadi untuk asesor sertifikasi mereka tidak akan datang langsung melihat anda. Biasanya untuk asesor ini mereka adalah gur besar disuatu Universitas tertentu. Ataupun seorang dosen kopertis. Mereka memiliki user dan password yang diberikan dikti ke kopertis untuk digunakan login dalam website resmi dikti bagian asesor dan penilaian.

Jadi asesor tidak akan menilai secara langsung melainkan menilai secara online tulisan anda yang anda daftarkan secara online juga. Dalam sistem yang dimiliki oleg dikti ini untuk asesor, diakan mendeteksi plagiatisme tulisan dan jawaban yang anda masukan dalam form. Bahaya bukan? anehnya lagi asesor yang mendapatkan plagiatisme clientnya akan ditandai dengan warna merah dan tertulis tingkat presentasi plagiatnya. Lebih berbahaya lagi disediakan tombol Vonis yang akan membuat anda langsung gagal sertifikasi. Dan asesor tidak perlu lagi membaca argumen anda lagi meskipun anda benar atapun itu benar benar tulisan anda.

Gimana masih penasaran? Faktanya Teoretisnya gimana? Faktanya 50% penilaian yang dilakukan asesor ternyata dapat dialihkan ke orang lain, misal anaknya, asistennya ataupun siapa saja. Sehingga tingkat kevalidan hasil penilain tidak murni lagi buah pemikiran sang Asesor.

Ditulis oleh Taufik.N.B

Komentar